Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
hye dear comels,
alang-alang stalking tu..
tinggallah jejak kat sini tau..
nanti senang anis nak
trace and follow u all balik :)

think before you speak!

Logo Design by FlamingText.com 
pernahkah kita sihat, dan kemudian kita jatuh sakit?

pernahkah kita senang, dan kemudian kita ditimpa kesusahan?

kalau sakit tu mestilah pernah kan? tapi kalau orang yang dah memang asal usulnya dah senang, memang jarang nak ditimpa susah..

sudah menjadi sikap kebanyakkan manusia samaada muda atau tua, bila sihat dan senang, kadang-kadang ataupun selalu percakapannya agak melampau, seakan-akan riak dan takabur. Suka merendahkan dan memperkecilkan orang lain, suka meninggi diri dan mengkritik tanpa mengira hati dan perasaan orang lain. 


Kenapa?

bila ditimpa musibah seperti jatuh sakit dan susah, tahu pula menyesali setiap perbuatan yang lampau. Alhamdulillah, masih diberi hidayat dan petunjuk kepada mereka ini. Mereka mula mendekatkan diri mereka dengan-Nya. Saban 1/3 malam solat sunat taubat dikerjakan. Alhamdulillah. Mereka mula menjaga percakapan mereka, dan orang-orang disekeliling mereka yang sebelum ini sering dipandang rendah, diperkecilkan mula berasa selesa untuk bergaul bersama mereka.

tapi, adakah sifat insaf dan redha itu berterusan?

ada yang kekal begitu, maknanya mereka benar-benar insaf dan bertaubat. Alhamdulillah.

malangnya, ada juga bila sudah dikembalikan kesihatan dan kesenangan mereka kembali riak dan takabur. Mereka mula memandang rendah dan memperkecilkan kembali orang-orang disekeliling mereka. Orang-orang ini mula merasa jauh hati kembali. Jauh di sudut hati orang-orang ini begitu simpati akan mereka yang kembali kepada sifat riak dan takabur. Orang-orang ini tetap mendoakan mereka ini kembali insaf. InsyaALLAH dengan izin-Nya. Walaupun sakit hati orang-orang ini dengan setiap patah perkataan yang terpacul dari mulut mereka itu.


QS. Al-Hujurat [49]:11
"Hai orang-orang yang beriman, janganlah sekumpulan orang laki-laki merendahkan kumpulan yang lain, boleh jadi yang ditertawakan itu lebih baik dari mereka. Dan jangan pula sekumpulan perempuan merendahkan kumpulan lainnya, boleh jadi yang direndahkan itu lebih baik. Dan janganlah suka mencela dirimu sendiri dan jangan memanggil dengan gelaran yang mengandung ejekan. Seburuk-buruk panggilan adalah (panggilan) yang buruk sesudah iman dan barangsiapa yang tidak bertobat, maka mereka itulah orang-orang yang zalim."
  


inilah yang terjadi kat diri anis sendiri, sedih dan terkilan. sebab sering dipandang rendah dan diperkecilkan. kadang-kadang buat anis rasa sangat terhina. apa yang anis ada, apa yang anis pilih, apa yang anis rancang semuanya tidak kena pada pandangan matanya. dikondem, dikritik dan dibandingkan untuk sesuatu yang tidak masuk akal kadang-kadang sangat menyakitkan. kalau dari seorang remaja atau kanak-kanak, anis tak kisah, yelah dah terang-terang belum matang usia dan pemikirannya, apatah lagi dari segi pengalaman hidup. tapi, kalau dari seseorang yang sudah cukup matang dari segi usia, pemikiran dan pengalaman hidupnya, bagaimana? hurmmmm, sabarla anis. Allah sedang menguji kamu sayang. Tabahkan hati, kuatkan iman.

Logo Design by FlamingText.com

3 comments:

Normi Nieza said... reply to comment

Good sharing...

Ainim Suju said... reply to comment

Tabah dan kuatkan hati ye Anis. Allah menduga hambaNYA yang kuat untuk setiap ujian. Anggaplah ujian itu sebagai pemanis dalam kehidupan

Perttzyana Alpah said... reply to comment

astagfirullahalazim.... kadang bila berbual ngan penuh emosi kadang kadang ada yang terdengar tersalah tafsir dan terasa hati pulak.. kan

amin,, untuk doa itu